Jimny Facelift

Suzuki Ciaz it's my soulmate

Baleno Hatchback Gear To Define

Suzuki S-Cross Gear to Explore 60s

11. Sep, 2017

Berita Ignis

Jakarta, KompasOtomotif - Ignis menjadi "mainan baru" bagi Suzuki Indomobil Sales (SIS). Meski diklaim hadir sebagai urban sport utility vehicle (SUV), namun statusnya di pasar Indonesia tetap masuk ke segmen mobil kota alias city car.

Bila dicermati, ada beberapa fakta unik yang dimiliki Suzuki Ignis. Hal ini bisa menjadi poin kelebihan atau justru kekurangannya dalam bersaing di pasar otomotif Indonesia.

Tidak Biasa

Tidak bisa dipungkiri desain menjadi nilai jual utama yang ditawarkan Suzuki Ignis. Mengusung konsep SUV, Ignis memberikan diferensiasi yang cukup besar di antara pada kompetitor.

Selain memiliki ground clearance 180 mm, bagian paling unik adalah sentuhan klasik dengan tiga guratan di bagian sisi belakang yang dulunya pernah digunakan pada Suzuki Fronte pada era 1970-an. Tidak hanya itu, karakter SUV juga ditampilkan pada desain kotak di buritan belakang yang membuatnya berbeda dari kebanyakan city car lain.


Bicara soal fitur, Ignis sudah dilengkapi dengan beberapa perangkat modern. Selain dari eksterior dan interior, perangkat keselamatan pun sudah cukup lengkap untuk mobil sekelasnya. Sebut saja, dua kantung udara di depan, sistem pengereman dengan anti-lock braking system (ABS), dan electronic brakeforce distribution (EBD), serta brake assist.


Bukan cuma soal head unit, Ignis yang statusnya dikirim secara utuh (completely built up/CBU) dari India juga ini sudah dilengkapi penghangat udara alias heater. Fitur ini memang menjadi salah satu kelebihan Ignis dibandingkan kompetitornya, tapi kurang fungsional, mengingat cuaca tropis di Indonesia.

Setengah Matik

Sama dengan Wagon R, Ignis juga mengusung automatic manual transmission (AMT) atau yang dijuluki Auto Gear Shift (AGS). Meski diklaim sudah mendapat pengembangan, namun yang perlu menjadi catatan calon konsumen, transmisi ini bukan sepenuhnya otomatis, melainkan setengah otomatis.

Secara pengoperasian memang sama dengan matik, artinya kaki kiri pengendara dibebaskan dari pedal kopling. Tapi, bagi sebagian orang yang sudah pernah menggunakan transmisi matik konvensional ataupun CVT, harus kembali membiasakan diri ketika mengemudikan AGS karena sistem kerja yang sedikit berbeda.


Apalagi indikator tuas persneling juga beda dengan mobil matik pada umumnya. Boleh dibilang petunjuknya sangat minim, hanya ada R, N, D, tanpa ada P, namun tuas bisa dimainkan menjadi mode manual dengan mengeser ke posisi M (+/-) saat membutuhkan akselerasi yang lebih responsif.

Transmisi AGS menggunakan gearboxdengan kopling kering layaknya mobil manual. Mekanisme kerja kopling tidak lagi menginjak pedal, tapi dikendalikan oleh Transmission Control Module (TCM).

Mengiurkan

Dengan semua fitur yang ditawarkan serta statusnya sebagai mobil CBU India, Suzuki membandrol Ignis mulai Rp 139,5 juta untuk GL MT, Rp 159,5 juta untuk GX MT, dan Rp 169,5 juta untuk varian tertingginya, GX AGS.

Bila dibandingkan dengan kompetitornya seperti Brio, Sirion, Mirage, dan March, Ignis menjadi model yang paling terjangkau.

Suzuki Ignis Gear to Ignite